The Aqra

Dakwah Cara Mudah
Ramadan Umpama Hujan Anugerah Dari Allah Buat Hamba-Nya

Al Habib Umar Ben Hafidz pernah berpesan supaya bersungguh-sungguh dalam menghadapi hujan anugerah di bulan mulia ini, dan bersungguh – sungguh mendapatkan anugerah berlipat gandanya berbagai pahala dan di bentangkannya kesempatan untuk meraih darjat yang agung.

Telah bersabda Rasulullah ﷺ :

Sesungguhnya Allah telah mewajibkan bagi kalian berpuasa di siang harinya dan telah pula mengsunnahkan bagi kalian mendirikan solat sunnah di malam harinya (tarawih), barangsiapa yang melakukan keduanya dengan keimanan dan kesungguhan, maka ia akan lepas dari seluruh dosanya sebagaimana saat ia baru dilahirkan oleh ibunya.(HR Imam Nasa’i)

Maka hendaklah kita memperbanyakkan pelbagai amal ibadah di bulan mulia ini, terutama menjaga solat lima waktu dengan berjemaah, dan ketahuilah bahawa menjamu orang lain berbuka puasa merupakan hal yang agung pahalanya.

Sabda Rasulullah ﷺ :

Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa dibulan Ramadan, maka diampuni seluruh dosanya, dan kebebasan baginya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut.(HR Ibn Khuzaimah)

Sabda Rasulullah ﷺ :

Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan berselawatlah para Malaikat baginya sepanjang waktu Ramadan, dan akan berselawatlah padanya Malaikat Jibril di malam Lailatulqadr.(Imam Thabrani)

Sabda Rasulullah ﷺ :

“Diberikan untuk ummatku di bulan Ramadan lima perkara yang tidak diberikan pada para Nabi sebelumku, iaitu yang pertama, saat malam pertama bulan Ramadhan, Allah memandangi mereka dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, dan barangsiapa yang dipandangi Allah dengan rahmat dan Kasih Sayang-Nya maka tidak akan pernah diseksa selama selamanya.

Yang kedua adalah aroma kurang enak dari mulut mereka di petang harinya lebih indah disisi Allah daripada wanginya Misk (bau tak sedap orang yang berpuasa akan menyusahkan mereka dan akan membuat mereka merasa terhina, namun balasan untuk keredhaan mereka kerana perkara yang tak mereka sukai dan perasaan terhina itu adalah justru di sisi Allah perkara itu sangatlah mulia).

Yang ketiga adalah sungguh para malaikat memohonkan pengampunan dosa bagi mereka sepanjang siang dan malam.

Yang keempat adalah Allah memerintah kepada Syurga seraya berfirman : Bersiaplah engkau (wahai surga), dan berhiaslah untuk menyambut hamba-hamba Ku, Aku kasihan melihat mereka, barangkali mereka mesti beristirahat kerana kepayahan menghadapi kehidupan mereka didunia untuk menuju Istana-Istana Ku dan megahnya kedermawanan Ku.

Yang kelima adalah ketika malam terakhir dibulan Ramadhan maka diampunilah bagi mereka seluruhnya, maka bertanyalah seorang sahabat : apakah itu hadiah orang yang mendapatkan Lailatulqadr Wahai Rasulullah?, maka Rasul ﷺ bersabda : “Tidak, bukankah bila kau melihat para buruh apabila selesai dari pekerjaannya harus segera dilunasi upahnya?” (HR Imam Baihaqi)

Maka ketahuilah bahawa Rasulullah ﷺ bersungguh–sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadan, lebih dari kesungguhannya di bulan lain. Dan Rasulullah sangat bersungguh–sungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir Bulan Ramadan lebih dari kesungguhannya di hari – hari Ramadan lainnya,

Maka kita sebagai umatnya, ikutlah apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ dan janganlah tertipu dengan mengikuti kebiasaan sebahagian orang yang bersungguh–sungguh di awalnya dan bermalas–malasan di akhirnya, kerana kemuliaan berpuncak pada akhirnya.

%d bloggers like this: